Tsunami, Merapi, Lalu Apa Lagi?

Entah karena apa kita berpijak pada tanah yang rawan bencana? Dari dalam bumi mengintip setiap saat, dari samping kanan – kiri, samudera siap melumat. Sebagai kepulauan yang mengapung diatas bara ring Pasifik tentunya kita sudah mahfum harus berintim dengan gunung berapi berbagai perilaku dan bentuk. Dan sebagai kepulauan yang eksis di antara dua samudera bukan hal mustahil ombak besar akan datang saat gejolak dari dalam bumi mengaduk ketenangan gelombang. Tentang bencana yang timbul biarlah para ahlinya yang bicara, toh keadaan akan bertambah ruwet jika kita yang tidak paham sama sekali dengan gempa vulkanik, tentang perilaku Merapi, tentang lempeng Eurasia.

Belum kering ingatan dari deru tsunami Aceh dan sebagian Sumatera, belum berhenti semburan Lapindo, belum berhenti air mata Wasior, duka Mentawai, kini Eyang Petruk (demikian penduduk sekitar menjuluki penguasa ghaib Merapi) membuat gebrakan yang betul-betul menggebrak dan membuat kalang kabut berbagai kalangan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Selamat Ulang Tahun (Puisi Tai)

jika bahasa ini kasar

jika ini cacian

jika ini makian

lembutkah teriakan di jalanan?

indahkah nyanyian dari mimbar?

melo-kah makian pada setiap tuntutan?

makan janji seperti makan tai
Baca tulisan ini lebih lanjut

Batik, Nasibmu Kini

Masih ingat dengan batik? Tentunya pertanyaan ini tidak etis dan terkesan menghina, apalagi pertanyaan ini kita tujukan pada orang Indonesia. Hingar bingar pesta perayaan penetapan batik sebagai budaya warisan dunia milik Indonesia tidaklah sesuatu yang seharusnya gampang kita lupakan. Meski yang namanya lupa itu manusiawi bukan berarti ada celah pengampunan (ini cuma sekedar info ; ancaman ini tidak sungguh-sungguh, bisa panjang urusanya kalau sampai terjadi) bagi yang dengan sengaja melupakan batik. Apalagi merelakanya jadi milik negara tetangga.

Bicara klaim dan merasa meiliki atas sebuah produk budaya memang sulit tapi banyak juga sisi yang menarik untuk sekedar kita ketahui dasar kepemilikanya. Demo dan hujatan pernah kita lontarkan pasca pernyataan Malaysia atas beberapa macam budaya yang merasa kita miliki, dan salah satunya adalah batik.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Anjing Republik

kini anjing-anjing itu terus menggonggong

terus menyalak……

terus memaki………..

terus mencaci…….

dan ketka angin berhenti

anjing-anjing itu tetap menggonggong
Baca tulisan ini lebih lanjut

Aku Jatuh Cinta

“Man, Min, Mun…….!”, sudah terlalu lama peristiwa itu berlalu. Bulan puasa telah datang lagi, antara harapan dan keenganan aku melangkah di teras toko makanan khas Solo. Sudah kesekian kali jalan ini ku lewati, entah berapa kali aku tidak pernah menghitungnya. Lengang dan kadang terlalu ramai untuk sekedar merenungi nasib, terlalu berjubel, terlalu keras suara-suara menawarkan penganan menjelang berbuka. Dalam sisa-sisa panas mentari yang memanggang aku terus melangkah, berusaha tidak peduli pada keramaian yang semakin ramai.

“Ah……, masih terlalu jauh Man, Min, Mun!”

Dari kemarin bukan selalu ini yang terjadi. Sebuah pertanyaan, bukan harapan? Lihat saja pertaruhan setiap hari di depan pasar makanan, di lorong-lorong penawaran, di gang-gang kesepakatan. Satu orang, dua orang, tiga orang, banyak orang bersiap-siap, berdo’a agar bangun sebelum imsyak berkumandang dan berharap bisa kenyang untuk bersiap menyambut fajar sampai adzan magrib menyapa.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Hua… Ha… Ha… Ha…. Hachi…!!!!

Makin lengkap cerita perjalanan bangsa ini.

Setelah lama tidak ada kabar dari gaung rapat DPR kini muncul kembali peristiwa sensasional yang memang betul-betul menciptakan sensasi tiada duanya. Bisa dibayangkan saat terjadi menenggelamkan segala macam bentuk kehebohan dan gonjang-ganjing di arena pergosipan masyarakat, apalagi ditambah aneka tanggapan mendukung dan menghujat. Semakin terhujat tapi efek depanya makin terkenal. Yang biasanya diam puluhan bahasa akhirnya angkat bicara, bikin komentar, tidak perlu repot, pers sudah datang sendiri membawa daftar pertanyaan dengan jawaban yang sudah disiapkan (baca skrip baru tampil). Bukan tidak mungkin sebuah pertanyaan yang dianggap mengundang polemik akan jadi idola untuk dijawab, dan yang biasa saja dicoret dari daftar.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Lebih Baik Berdo’a Daripada Tidak / 2

Kepada

Sahabat

di Kejauhan

Sobat….

Malam semakin larut saat aku menginjakan kaki di pelataran harapan, sebuah harapan besar dalam do’a dan mimpi. Meski angin terus berkutat di atas genting rumah aku terus melangkah tanpa merasa peduli, tanpa merasa terbebani dari dosa yang telah terjadi setiap hari. Malam selalu menyapa dengan perasaan dingin dan tanpa senyum, seperti kemarin malam juga datang begitu saja tanpa mengucapkan salam, selain sebuah penyesalan karena datang sedikit terlambat dari jadwal.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Bukan Tikus Biasa

Geger di bumi nusantara yang tergambar dalam gelanggang pertempuran cicak dan buaya sudah tidak menarik perhatian para politisi, kritikus, pengamat intelejen, pengamat kepolisian, pengamat hukum, praktisi hukum dan ahli-ahli lainya untuk angkat bicara.  Semua mendadak sepi seolah tidak pernah terjadi apapun, lakon yang semula seru dan penuh dukungan mendadak sepi tanpa kelanjutan yang berarti ketika sang sutradara mulai kecapekan membuat sensasi. Sekarang sudah jamanya untuk mencapai posisi bukan hanya prestasi yang di cari, popularitas justru lebih penting dan terbukti bisa mendukung memperoleh dukungan.

Sang buaya kini telah kembali menjalani kodratnya berenang di empang, comberan yang kotor dan bau, sementara sang cicak kembali merayap di dinding diam-diam mengincar nyamuk.

Menurut sejarahnya (evolusi apakah benar terjadi?) perkumpulan binatang yang sekarang eksis adalah hasil evolusi sekian juta tahun tapi hanya buaya yang mampu bertahan dengan bentuk aslinya. Betapa hebatnya sang buaya.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.