tentang
“Lahir dari gagasan ingin menjabarkan kegalauan hati yang terus membayangi perjalanan saat siang dan perjalanan malam ketika bermimpi”, puitis gak ya….? Namanya juga mencoba. Kolom Kiri tak ubahnya sebuah luka yang belum sembuh dan selalu terluka kembali ketika mau sembuh, berbagai pengobatan dicoba. Mulai Mak Erot, Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, sampai Kiai Slamet dari kraton Solo (nah lho….. mosok Kiai Slamet dia kan Kebo). Kapan bisa sembuh lha yang ngobati Gendeng, Bodo….., pertanyaan besarnya yang berobat pekok dong…?
Ah andai saja televisi gak pernah tercipta, andai saja Mama Loren gak pasang iklan tentu pengobatan akan semudah isi perut (bukan iklan lho….). Paling banter yang namanya sakit itu ya demam, demam merk apapun masa bodo yang penting kasih ke dukun beranak beberapa lembar ribuan, paginya ditanggung beres. Sembuh total bergaransi.
“Jadi ngelantur ya….?”
“Kembali aahhh….!”
Kolom Kiri sebetulnya cuma sumbangan kecil dari keinginan menyumbang uang semilyar atau beberapa milyar, menyumbang minuman sebotol atau ber-botol-botol (air putih biar sehat dan lancar pas kencing di pagi hari).
Kolom kiri sebetulnya adalah coretan, berita heboh (bukan cari sensasi lho, kita khan bukan artis apalagi sok ngartis) dari sebuah wilayah kekuasaan dan wilayah hukum kemiskinan, kebodohan, kelaparan, kegilaan (terlalu panjang). Intinya kaum terpinggir, untuk kita jangan dimasukan golongan itu. Pertama kita bukan orang pinggiran, kedua kita betul-betul tersingkir.
“Bingung…..?”
“Sama…!”
“Singkatnya begini!” (sambil menghela nafas dalam-dalam, mulut komat-kamit…..).
Kolom Kiri mencoba untuk membangkitkan diri dari keterpurukan, syukur-syukur ada yang ikut bangkit (yang lainya jangan, nanti jadi bangkit dua. Bahaya). Kolom Kiri mencoba menggambarkan realita yang sesungguhnya (semoga bukan pencemaran nama baik, bisa masuk penjara yang sumpek)
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, sekian sambutan kami dari Kolom Kiri. Sebagai warga negara yang baik semoga negara kita tetap maju tak gentar melawan rintangan. Saya yakin setelah melewati 99 rintangan, 89 cobaan, 79 penderitaan, 69 siksaan, kita akan menemui kemerdekaan yang sesungguhnya.
Salam
Kolom Kiri/10 Januari 2010


Kolom kiri (Winant….)
salam kenal kunjung balas….
boleh nanya gak ya….?
kenapa dijudulin Kolom Kiri, kenapa gak kolom tengah, kolom kanan, kolom atas, atau kolom bawah….
Bukan sok mau nanya.. tapi memang penasaran.,….
karena penamaan, sama juga dengan Branding..
Mohon dijawab ya….
salam
Untuk nama sebenernya berawal dari keinginan membentuk perkumpulan (pinginya belajar menulis bareng-bareng) yang mencoba mengangkat realita dari kacamata yang tidak umum. Mungkin sebuah kritikan, sebuah harapan, sebuah cita-cita……….
Akhirnya beberapa tulisan berhasil dibuat dan dipublikasikan di lingkungan kampus. Ide, pemikiran banyak terlontar, hasilnya setelah lama berusaha banyak yang belum bisa menerima…..,
Kemudian muncul ide untuk kasih nama “kolom kiri”
sisi kiri biasanya orang tidak begitu memperhatikan (ide belum diterima).
nama ini jelas nyleneh (anggapan kami).
mau dikasih nama “kolom pinggir” tidak jadi; nanti malah dikira nyaingi Gunawan Muhamad “catatan pinggir”.
banyak orang berpandangan negatif dengan sesuatu yang berbau “kiri” juga menjadi salah satu alasan.
Setelah empat tahun, perkumpulan yang pada awalnya bernama “komunitas wong samin” hanya punya 2 orang anggota, tapi kami tetap terus berusaha. Salah satunya dengan membuat blog ini.
Salam Kenal…
nama blognya sama dengan teman ini,
http://kolomkiri.wordpress.com/
tp artinya sepertinya berbeda…
salam…
kita berangkat dari ide dan kondisi yang sama
saling bertukar pikiran kemudian berkolaborasi
tapi sebuah persamaan kurang bermakna tanpa perbedaan
KOLOM KIRI
perjalanan pembalasan idealisme yang ter-patah-kan
erwinazis
trims atas kunjungan
kunjungan balik bang..
salam kenal…
mohon ijin masang link bang….
trims.
monggo…………..
tengkyu kunjunganya bang
kolom kiri ya…
)
kayak mencoba mengungkap fakta dari sisi yang lain (ngarang
salam kenal mas
jangan tersinggung lho ya sama kata2 saya.
yg saya katai ngarang tu saya sendiri
(boleh di hapus)
jangan khawatir
kita adalah orang terbuka dan menerima sesuatu tanpa berusaha mendapatkan melebihi kemampuan
memang benar
ada sisi yang berusaha saya gali untuk mengetahui fakta yang terjadi
Kolom kiri … sebuah nama, berisi berita heboh.
Semoga terus mampu mengungkap semua kegalauan hati… agar ia terus mampu mencerahi ya,…
Salam ,
Salam kenal mas eh wis kenal ding
Kunjungan balik, Mas. Senangnya bisa sampai ke mari. Ini blog tentang politik, ya? Ah, saya jadi takut salah bicara nih, hehe…
Emm… Pengen tahu apa bedanya “Kolom Kiri” dengan “Sayap Kiri”?
di sini salah bicara halal hukumnya
orang kayak kita ini statemenya gak mungkin memepengaruhi tatanan kehidupan bernegara……
trims atas kunjunganya