Tsunami, Merapi, Lalu Apa Lagi?
2010/10/28 18 Komentar
Entah karena apa kita berpijak pada tanah yang rawan bencana? Dari dalam bumi mengintip setiap saat, dari samping kanan – kiri, samudera siap melumat. Sebagai kepulauan yang mengapung diatas bara ring Pasifik tentunya kita sudah mahfum harus berintim dengan gunung berapi berbagai perilaku dan bentuk. Dan sebagai kepulauan yang eksis di antara dua samudera bukan hal mustahil ombak besar akan datang saat gejolak dari dalam bumi mengaduk ketenangan gelombang. Tentang bencana yang timbul biarlah para ahlinya yang bicara, toh keadaan akan bertambah ruwet jika kita yang tidak paham sama sekali dengan gempa vulkanik, tentang perilaku Merapi, tentang lempeng Eurasia.
Belum kering ingatan dari deru tsunami Aceh dan sebagian Sumatera, belum berhenti semburan Lapindo, belum berhenti air mata Wasior, duka Mentawai, kini Eyang Petruk (demikian penduduk sekitar menjuluki penguasa ghaib Merapi) membuat gebrakan yang betul-betul menggebrak dan membuat kalang kabut berbagai kalangan. Baca tulisan ini lebih lanjut




Komentar Terakhir