
Gus bersama istri tercinta
Mungkin sudah telat, mungkin sudah dilupakan, mungkin sudah basi, mungkin sudah terlalu lama. Tetapi apa-apa yang kami punya, sedangkan tidak ada sedikitnya yang kami miliki. Sejenak kami kenang dalam ingatan, dalam bayangan, dalam selayang mimpi, dan mimpi itu tidak pernah hampiri malam yang kami lalui. Angan terus melayang, mengembara, melewati jalan setapak menembus masa lalu. Dan mimpi itu tak pernah kembali………..
Sekian lama caci maki terngiang di telinga, sekian waktu hujatan datang dan pergi layaknya hujan menghempas bumi, adakah kini tersisa dari rintihan duka, secuil hinaan. Sudah luruh, sudah terlalu kejam penghakiman. Berganti sanjungan, do’a dan ratapan. Tetapi engkau tetap Gus yang kami kenal, bukan karena cemoohan, bukan karena makian.
Selamat jalan Gus…….
Baca tulisan ini lebih lanjut
Komentar Terakhir