Sajak Kemiskinan

Kami yang tersingkir

Ketika malam kian larut, angin berhembus perlahan takut membuat gaduh dan membangunkan orang sekampung. Di balik awan, bintang mencoba berkedip membawa obor penerangan redup, sontak deru fajar menghentak hamburkan kabar perhelatan besar, pesta pora di antara reruntuhan rumah-rumah kesedihan, di atas tumpukan duka berkarat. Ada teriakan, makian, cacian saling bersahutan, saling berharap menjadi suara penghias kelam.

Dari gundukan sampah mengalir lagu ratapan, alunkan musik-musik kemiskinan, keserakahan, penghianatan, pemberangusan atas nama cinta, atas nama kasih aturan undang-undang, atas nama sayang perompakan, pembajakan. Seutas senyum menyayat dari bibir sang terdakwa, sekelebat canda bersama gebyar lambaian narapidana.

Inilah negri kami dan kami tetap bangga karena penderitaan tidak mengajarkan kami melihat nilai nominal, rasa sakit tidak berharap kami untuk berhitung jutaan, rasa perih ajarkan kami canda tawa, ajarkan senyum manis tentang pengabdian bukan untuk uang.

Lihat saja, rentetan pencurian. Dengar saja, sejuta alasan.

Inilah negri kami dan kami tetap bangga. Lihat saja, penjahat yang terhormat, maling, pencuri, pencoleng berpesta. dan kami gembira bisa melihat pesta-pesta para narapidana.

Inilah negri kami. bukan berapa lama, bukan apa yang bisa, tetapi inilah aku karena inilah uangku.

M E R D E K A……………………………………..!!!

M A T I   S A J A…………………………….!!!

Aku yang Sombong

Inilah perjalanan panjang tanpa tepi, seperti ombak laut menghantam karang akhirnya kembali ke laut tanpa penyesalan.Jangan tolong aku, karena inilah jiwa yang telah lama diimpikan, dan inilah harapan agar aku selalu bisa bermimpi. Andai kamu datang, jangan pernah katakan apapun, karena aku tidak butuh nyanyian sumbang dari rangkaian syair ratapan.

Aku selalu berjalan, menentang angin dingin di setiap relung malam sepi, dalam arus gelombang mendung hitam.Aku berdiri tertawa ketika rasa sakit mendera, rasa perih mengikat erat dalam pelukan perih dan ngilu. Andai kamu datang jangan pernah berpikir hadirkan pertolongan, jangan pernah coba ulurkan tangan persahabatan.

Tidak pernah ada damai mengalir dalam otakku, kecuali hasrat menumpahkan darah, mengalirkan penderitaan ke setiap jiwa-jiwa pengecut. Dan akulah pengecut itu, ketakutan hanya untuk katakan keluhan, ngeri hanya untuk berjalan melempar pandangan.

Jangan pernah coba bakar jiwaku karena akulah bara.

Jangan pernah coba sakiti diriku karena aku adalah sayatan luka.

Andai malam memaki, akan ku balas dengan cacian kotor, dengan kalimat jorok.

Tolong hentikan bualan……….

Biarkan malam pergi dan tidak perlu ku ratapi………………

Karena sepi adalah sahabat sejati

Iklan

7 Responses to Sajak Kemiskinan

  1. Aduh kok tulisan ini kelam banget ya Mas, sedikit optimis dong…terima kasih sudah komentar di jendelakatatiti.wordpress.com.

  2. defrimardinsyah says:

    Selamat tinggal malam…
    yang kelam….

    banyak kau ajarkan padaku..

    Oh malam maafkan aku…yang lupa saat itu..
    Oh malam maafkan aku…tak percaya padamu..

    hari ada malam..
    hari ada siang..
    hari ada pagi..

    dalam hari slalu ada kemungkinan….

  3. IDA says:

    dalam gelapnya malam yang kian mencekam,dengan kilat menyambar,
    hujan yang mengguyur membuat semakin basah hati yang resah.
    hati yang berada dalam gelap malam ratapan kenestapaan.mengucur air mata derita yang tak terbendungkan.
    robek hati oleh duri tanya dan harapan.
    kapankah semua ini akan berakhir…….??????

    tidakkah ingin hati ini, akan lembutnya belaianNYA yang sudah lama menanti….!!tapi kita acuh tak perduli.
    apakah sandiwara ini muali menutupi qalbu dari maha rindu yang ada kepadaNYA?????astagfirullah
    (sampai kapan,kita tertidur diam dalam garis permulaan saja??)

    sekian komen ida….!!!!!hehehehe maaf cuman asal komen nie…..

  4. ida says:

    lhadalah juga hehehehhe……!!!! cuman iseng aja mas winant komen q,ida tunggu postingan berikutnya yah
    yang gokil pokoknya…..!!!!gak sabar ida tuk menguras pikiran mahamin artikel kolom kiri.
    meski puasa2 gni dibelain deh baca ,meski hasil akhir laper,pusing2,n….heheehehe becnda….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: