Balada Anak Negri

Dilarang Buang  Sampah Sembarangan

Pagiii……..pagii…….. nyapu

Tiap hari nyapu……..

Bersih.. lantainya……………..

(coba dinyanyikan seperti Alam mbah dukun)

Pagiii……..pagii…….. nyapu

Tiap hari nyapu………

Bersih.. lantainya……………..

Dari jaman kompeni sampai jaman reformasi yang namanya musik dangdut dianggap kampungan, tapi enak juga dengar sambil goyang kanan kiri, depan belakang, atas bawah, kadang-kadang sambil teler (mabuk keadaan). Bagaimana tidak, setiap hari sibuk cari makan, kerja banting tulang peras keringat. Masalahnya tulang dibanting ya remuk, apalagi peras keringat, bisa kekeringan itu badan. Setelah tulang remuk badan kurus kering, jangankan kaya, untuk beli makan sekeluarga saja masih kurang.

Makanya jaga kebersihan.

Apa hubunganya? Yang jelas sama sekali tidak ada, kecuali ada usaha untuk menghubungkanya. BBM naik, sembako mahal, rokok tidak terbeli, susu bayi…. jauuhhhh (masih ada ASI, tenang saja). Boleh percaya atau tidak, lebih baik percaya meski cuma sa’uprit (sedikit), tumpukan sampah semakin menggunung, ada sampah plastik, bungkus rokok, drum minyak, karung beras, karton susu yang katanya tidak bisa terurai oleh proses alamiah. Bahaya!!!

Sudahlah!! Jangan berpikir terlalu jauh. Kemarin waktu pulang kampung, melewati jalan kampung, naik bus yang tidak kalah kampungan, sopir dan kondekturnya juga dari kampung (bukan dangdut yang penting), saya duduk di kursi depan samping pak sopir yang sedang bekerja. Waduh………, bukan main, sudah berapa batang rokok dihabiskan (dihisap lho). Klepuss…..klepusss…… kleeepuussss… (mantabbb’…..), saya yang disampingnya tentu saja klepek..klepek…klepak..klepeekkk….. (setengah modar…). Enak juga sih, jangan bilang-bilang saya juga mantan perokok berat (r a h a s i a). Setelah puas sampai rokok tinggal secenti (hisap lagi, masih Rp 100) buka sedikit kaca jendela puntung lempar keluar.

Sampah lagiiii……..

Lho bukanya asap rokok juga sampah?

Betul…! tepat sekali.

Ini ada sedikit solusi, tentang rokok lebih banyak kerugianya, untuk kita renungkan (kalau yang ini pop, kampungan tidak ya?). Harga rokok melambung, satu bungkus sama dengan beras dua kilogram. Cuma dibakar untuk beras 2 kg? Pak sopir saja tetap merokok, sebetulnya sangat gampang. Buat saja saluran asap (knalpot) dekat jendela pak sopir, hisap sampai puasssss….

Bunuh diri namanya (kata pak sopir).

Lha kenapa?

Merusak paru-paru, kanker, batuk berat terus terkapar.

Ooohhh…….??! Terus apa bedanya dengan asap rokok?

Rokok ..????

Nikmaattttt…..! Klepuuuss….klepusss….klepaasss….klepussss (mantabbb’…)

Suatu hari dicanangkan gerakan hari anti rokok. Namanya juga hari, ya cuma sehari. Sayangnya setahun 365 hari, tetap saja klepusss..klepusss…..klepaasss…klepuussss.

Sebuah plakat besar terpampang di sebuah terminal, DILARANG BUANG SAMPAH, berdasar pasal sekian ayat sekian, bagi siapa saja membuang sampah sembarangan akan didenda sekian. Sekian peraturan, Yang dibuang pak sopir bukannya puntung rokok (sampah??). Coba definisikan sampah (uugghhhhh…… mumet…. pusing…)

Mama..! mama….. sampah itu apa? Tadi bu guru bilang tidak boleh buang sampah sembarangan.

Pagii…pagiii…. nyapuuu

Tiap harii……. nyapuuu…..

Bersih lantainya……..

Suittt….. suittttttttt……..

Iklan

One Response to Balada Anak Negri

  1. defrimardinsyah says:

    Habis berbatang-batang…
    setoran belum datang…
    dalam hati.. resah menjerit bimbang..
    apakah esok hari..
    anak-anakku dapat makan…
    oh Tuhan beri.. setetes rejeki…

    dalam hati yang bimbang berdoa…
    beri terang jalan anak hamba…
    kabulkanlah.. Tuhan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: