Demokrasi Anjing

Rasanya dunia makin gelap saja, bukan karena mentari marah lalu enggan melaksanakan tugas rutin, bukan karena bulan tertutup mendung (Kata nenek bulan lagi ngambil minyak yang hampir habis, itu dulu…..! Sekarang mungkin bulan kehabisan gas LPG?). Bukan karena anjing tetangga yang suka berak di depan rumah kembali beraksi, untuk yang ini tentunya tidak semua berharap. Meski sama-sama binatang tentu ada persamaan dan perbedaan tapi demokrasi toh selalu mengakomodasi. Bisa gila..! Tai kambing berceceran di belakang rumah bukan masalah, justru akan jadi pupuk kompos (menurut pak tani) (tai anjing…?).

Suka atau tidak, mau maupun tidak mau, kenikmatan dari aroma tai anjing tentu saja menyebar bagai berita yang dikabarkan surat kabar tentu saja dengan aneka bumbu komentar, aneka penyedap yang membuat makin sedap didengar tapi makin tidak sedap dirasakan. Apalagi ini tai anjing milik tetangga yang tidak pernah rukun (makin bau tentu saja), efeknya tentu berbeda dengan tai anjing milik Pak Lurah yang sering berkunjung (bukan rasialis lho).

“Au…au.. au…auuuuuuuu……………….!”

“Stttt…… ! Anjing dilarang bersuara…..!”

Ada resep gampang mencegah anjing masuk pekarangan kita. Kita kirim pesan pada pemiliknya lewat pesan pendek (gunakan HP kalau belum punya segera beli mumpung masih ada diskon). Namanya juga binatang, meski tuanya melarang jalan-jalan nekad juga. Dilarang jalan-jalan mungkin dipahami sebagai perintah untuk yang berkaki dua, sedangkan anjing merasa punya empat kaki. Seharusnya anjing dilarang berjalan-berjalan (pikir sendiri).

Hari semakin gelap.

Semakin gelap semakin bahagia anjing berjalan-berjalan, selain tidak kelihatan juga gampang menyusup ke sana ke sini ke mari lalu berak sepotong di depan pintu. Setelah cek sana cek sini berak di belakang ternyata lebih aman, apalagi bulan juga sedang ke warung depan beli gas 3 kilogram. Bukan cuma sepotong tai bahkan berpotong-potong suasana tetap mendukung, aman tentram.

Lain halnya dengan anjing Pak Lurah yang memiliki kebiasaan berak di kakus belakang rumah, meski kadang-kadang berak di teras tetangga tetap bersih dari tuduhan. Tidak ada masalah yang timbul, tidak ada yang menggunjingkan, tidak ada yang memberitakan. Andai jadi head line pun meski tulisan agak disamarkan.

“Anjing Pak Lurah Berak Langsung Tumbuh Pohon Ajaib”

27 juni 2010,……… Post

Seekor anjing ajaib telah menggegerkan dunia persilatan (…… wedeww!)

Para saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya dan tidak mau memberikan kesaksianya menyatakan bahwa anjing hitam dengan belang di mata kanan….. bla… bla……

Selama tujuh hari rumah Pak Lurah ramai dikunjungi Β para kuli tinta, di datangan para pakar per-hewanan untuk mencari berita dan mewawancarai Pak Lurah. Tidak ketinggalan Bu Lurah ikut pasang aksi, anak Pak Lurah juga tidak dilupakan mengikuti sesi foto-foto, shoting-shoting…… (riuh ramai).

Makanan disajikan, minuman dihidangkan. Lelah melewati protokoler (acara jumpa pers) para hadirin langsung menyerbu meja makan. Rakyat se-kelurahan yang dapat undangan tentu tidak kalah semangat.

Dengan santai sang anjing berak di antara hidangan dan semua tetap menganggap keajaiban.

Iklan

32 Responses to Demokrasi Anjing

  1. agnes sekar says:

    Selamat sore kolom kiri, kebetulan baru saja saya bawa jalan-jalan Anjing Helder saya Blacky, setiap seminggu 3 x saya bawa keliling kompleks sepanjang 3 km Anjing kesayangan saya, selain sering menolong rasa sayang saya luar biasa pasa Blacky, karena tidak mau sembarangan berak, Si Blacky berak kalau dibawa ke semak-semak tertentu yg memang khusus dia buang hajatnya, itulah binatang jika di taturpun bisa menurut, saya salah satunya perempuan yang penyayang anjing. Anjing yang saya pelihara adalah anjing pelacak yang galak serta pintar dan sayang dengan Tuannya. Trims ya ?

    • winant says:

      matur nuwun kunjunganya
      anjing… seekor binatang
      seharusnya menjadi cerminan
      tentang kesetiaan, tentang kedisiplinan, tentang kebaikan, tentang perlawanan

      ah…
      aku cuma berharap
      anjing punya mba Agnes, anjing punya Pak Lurah tetap menjadi anjing yang setia

  2. ImamS says:

    Hm…

    Ada sesuatu yang lebih terasa ketika membaca postingan ini,
    bukan dengan kaca mata kuda…Hahahaha.!!!

    Tapi pakai kacamata rakyat jelata.

    • winant says:

      sebuah ungkapan yang tidak blak-blakan
      bukan berarti menyembunyikan rahasia
      hanya ingin sedikit bersyair sumbang

      tengkyu atas kunjunganya ImamS

  3. Alam says:

    Menghayati sebuah ilustrasi bernilai tinggi…

    Salut.!!!

  4. Alam says:

    Menghayati sebuah ilustrasi bernilai tinggi…

    Salut untuk postingan berkarakter ini.

  5. koki tai anjingnya sedang beraksi meracik agar tai anjing semakin nikmat didengar… sementara majikan si koki yang juga anjing bisa aman2 saja makan tulang gigit sana-gigit sini… semua lagi sibuk urus tai anjing…

    • winant says:

      yah…..
      sayang sekali pesona tai anjing telah melenakan para penikmatnya
      andai anjing-anjing di sana berjalan sesuai rambu…….

  6. zee says:

    Mas, ini ungkapan yang menurut saya walaupun tidak blak2an tapi metaforanya tajam sekali… πŸ™‚

    Saya takut bayangin anjing berak di makanan kita =))

    • winant says:

      untuk zee…..
      ini bukan bayangan yang selalu menjerumuskan kita dalam mimpi2 indah, dalam khayalan mengambang yang siap menenggelamkan
      tetapi ini adalah ungkapan dari keresahan, dari ketakutan melihat situasi yang menurut saya tidak harus diungkap apa adanya…….

  7. julianusginting says:

    hahaa…ini dia…mantaf..demokrasi ala anjing ya…ungkapan dan makna ok punya tuh…

    • winant says:

      tengkyu bang julian mau mampir
      waktu nulis terlintas begitu saja untuk ungkapkan lewat perumpamaan….
      jadilah sang anjing bintang postingan

  8. faruq says:

    siip dech.. πŸ™‚

  9. julianusginting says:

    jadi bahan inspirasi ya bro…padahal ya gt cuma melilntas gt aja dipikiran dan bs langsung dituangkan dalam bentuk tulisan..mantaf sob

  10. bang kritikus banget nich..jempol..ane suka siip

    • winant says:

      jika orang lain menempuh cara berdemo di jalan-jalan
      karena ketidak beranian saya memilih cara seorang pengecut untuk mengungkapkan ketidak sukaan pada ketidak adilan

      tengkyu bang ahmad sudah berkunjung

  11. Siti Fatimah Ahmad says:

    Assalaamu’alaikum

    Salam kenal. Terima kasih sudah bertandang ke blog saya dan kini mengunjung balas agar terjalin kebaikan dalam perantaraan kalam.

    Saya sudah membaca tulisan mas Winant dan ternyata rona bahasanya begitu mendalam dan punya metafora yang mantap. cuma saya kurang dapat menanggapi lantaran harus lebih memahami bahasa Indonesia dengan lebih baik lagi. Insya Allah, dengan lebih banyak membaca bahan tulisan di ruang maya negara indonesia, saya bisa berkomunikasi dengan baik dalam bahasa ini. Mudah2an.

    Salam mesra dari saya.

    • winant says:

      walaikumsalam

      trimakasih atas kunjunganya
      sebuah pemahaman pastilah punya makna berbeda bagi tiap orang
      dan itu bukan merupakan kesalahan

  12. Virgo says:

    Demokrasi anjing. Bisa aja..

  13. demokrasi sejauh ini memang buruk,oleh karena para aparatnya sangat sangat cacat segalanya..
    akan tetapi mestinya kita bisa menghargai sedikit saja demokrasi kita ini…

    • winant says:

      sudah saatnya demokrasi ditempatkan pada ruang yang semestinya, dan tentu saja kita akan sangat menghargainya
      tetapi sementara ini demokrasi merupakan tempat berlindung dari penyimpangan

  14. dhedhecuit says:

    mas winant kalau berbincang apakah juga pakai bahasa kias ya?

  15. agso says:

    ada makna tersembunyi…………….

  16. kolomkiri says:

    hhaaaa mz win ini gembong kampus sebenarnya……syair, makian, cacian….gak usah diragukan lagi….sayang banyak tulisannya terbungkus di pojok2 bangunan kos-kosan…

  17. kolomkiri says:

    wah kembali beraksi ni….hahahahahah…..lewat Phone your Blog jg bs….he….

  18. dian says:

    untung bukan demokrasi babi ya πŸ™‚

  19. fie says:

    tajam banget tulisannya mas… salam kenal yah

  20. sedjatee says:

    sebuah personifikasi yang mantaps..
    artikelnya menarik om….
    salam sukses selalu..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: