Lebih Baik Berdo’a Daripada Tidak / 2

Kepada

Sahabat

di Kejauhan

Sobat….

Malam semakin larut saat aku menginjakan kaki di pelataran harapan, sebuah harapan besar dalam do’a dan mimpi. Meski angin terus berkutat di atas genting rumah aku terus melangkah tanpa merasa peduli, tanpa merasa terbebani dari dosa yang telah terjadi setiap hari. Malam selalu menyapa dengan perasaan dingin dan tanpa senyum, seperti kemarin malam juga datang begitu saja tanpa mengucapkan salam, selain sebuah penyesalan karena datang sedikit terlambat dari jadwal.

Sobat….

Aku berusaha mengungkap semua perasaan di atas kertas kelam pada penghuung malam, namun tidak sepatah kata bisa aku tulis, semua menumpuk dalam khayalan. Dan itu terus-menerus terjadi hingga pagi benar-benar. Hingga suatu saat malam datang kembali, dan aku harus mencoba menyusun lagi kalimat yang telah hilang dari angan.

Sobat…..

Sambutlah rintihanku dalam setiap penderitaan, bukankah penderitaan adalah anugerah dari kesepian, dari kepergian seorang teman? Mungkin aku telah termakan khayalan hingga tenggelam dalam relung penyamaran. Tetapi aku ingin tetap bertahan dalam setiap langkah, dalam setiap kenyataan, bukan cuma dalam mimpi.

Sobat….

Aku tidak bisa…..

Mimpi itu selalu hadir, selalu datang membawa sejuta bayangan menakutkan. Dan aku tidak pernah menolak kehadiranya, tapi aku tidak ingin menemui sekalipun dalam tidur yang paling lelap. Aku ingin mimpi pergi jauh tanpa salam, tanpa warisan, tanpa harapan kembali.

Sobat….

Malam semakin larut, semakin gelap, semakin jauh membawa jiwaku dalam relung-relung kelam. Aku selalu ingin melawan dengan kekuatan tetapi aku merasa sangat lemah, aku ingin melawan dengan makian tetapi aku selalu dicaci, aku ingin melawan dengan teriakan tetapi aku selalu dibentak.

Sobat…

Maafkan semuanya.

Semuanya. Karena sudah tidak terhitung lagi apa yang harus dimaafkan.

Sahabatmu

di Sini

Iklan

12 Responses to Lebih Baik Berdo’a Daripada Tidak / 2

  1. penderitaan akan mendekatkanku pada sang pemilik kehidupan
    Doa adalah senjata untuk melawan takdir. hanya dgn doa, takdir bisa berubah

    Salam Hangat kawan…..

    • winant says:

      sebuah permohonan yang sering kita abaikan karena kita merasa mampu berbuat sesuai keinginan
      sesungguhnya kita adalah makluk lemah dan tanpa daya

  2. wiangga0409 says:

    Malam semakin larut, semakin gelap, semakin jauh membawa jiwaku dalam relung-relung kelam. Aku selalu ingin melawan dengan kekuatan tetapi aku merasa sangat lemah, aku ingin melawan dengan makian tetapi aku selalu dicaci, aku ingin melawan dengan teriakan tetapi aku selalu dibentak.

    Sobat…

    Maafkan semuanya.

    Semuanya. Karena sudah tidak terhitung lagi apa yang harus dimaafkan.
    ===========================

    my God, sangat sedih dan menyentuh sekali..

    ya.. hanya dengan bedoa kita bisa tenang..

    semoga selalu dalam keberkahan Nya.

    salam

  3. Keping Hidup says:

    Permintaan yang tulus semoga dibukakan pintu maaf..

  4. catatanketuk says:

    betul mas malam adalah tempat perenungan yang hebat,saya setuju

  5. ida says:

    doa bak sebuah hembusan angin yang semilir menyejukan hati,kau hembuskan dengan ketulusan jiwamu,butir-butir air mata pun kau sertakan untuknya.kau bingkai dengan indah,spesial untuknya.
    doa adalah salam yang dikirim khusus dan diantarkan langsung oleh NYA,oleh Sang Pemilik Jiwa,berdoa bukanlah untuk memberitahukan kebutuhan kita,namun doa adalah ibadah yang disukaiNYA.dan juga doa adalh kasih sayang……(sekian komen ida )

    ea mas yang pertanyaan ida dibukan tikus biasa lom dijawab,mohon dijawab yah…!penasaran ida kie?

  6. Ifan Jayadi says:

    Dengan berdoa hati akan menjadi tenang. Tentu jika dilakukan dengan sungguh dan sepenuh hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: