Tak Kan Dimakan cintaku

Kah kah kah…………
Kah kah kah kah…….
Kel kel kel…….
Kel kel kel kel……..
Keh kel kah kel…..
kah kah kel kah kel…….
Jelas ini bukan tertawa kita, jika memang ini style tentulah harus menjadi kita atau menurut tetangga sebelah (di)kita(kan). Jadi ini semakin memperjelas bahwa kita adalah kita dan mereka adalah mereka, tetapi bisa menjadi kita atau mereka. Tentu sebaiknya tidak ada unsur dipaksakan, ditodong, digarong. Buatlah sedikit berbeda meski cuma pada istilah akulturasi misalnya, lebih halus lebih manusiawi dan yang lebih penting lebih ke-barat-an.

Gonjang-ganjing (entahlah mungkin ini tidak sesuai EYD) Indonesia menuju kemakmuran, keadilan, pendeknya masyarakat madani, tapi kita musti ingat istilah “madani” sendiri mengandung ambiguitas tingkat tinggi.
Kah kah kah……
Nah lho?
Iya…..
Madani versi Gus Dur itu artinya ngece, ngenyek, menghina. Jangan heran dulu, saya pun sepaham, dan semua orang Jawa, bukan orang Jawa bisa berbicara Bahasa Jawa pun juga sepaham. Bukan bermaksud Jawasentris apalagi hendak mengabarkan intoleransi. Jauh. Jauh. Asli saya orang Indonesia asli, bisa dicek ketulenan saya sebagai orang Indonesia dari suku Jawa tentu saja.
Bagaimanapun juga kita tetap harus makmur. Dilabeli apapun terserah, perjalanan sudah 72 tahun seharusnya sudah lebih dari makmur. Tidak musti kaya raya.
Kel kel kel……
Nah lho?
Ini bukan saya lho.
Aslinya saya begini bukan begitu, apalagi sepeti ini dan seperti itu.
Ahihihihi……..
Grrr…. grrrrr………
Sudah tahu siapa saya??
Saya orang Indonesia asli, dijamin tanpa campuran.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: