buku tamu

35 Responses to buku tamu

  1. mbah soero says:

    maju terus pantang mundur
    layar sudah terkembang
    bendera sudah dikibarkan
    pantang untuk surut

  2. Dari kolomkiri…ke kolomkirinews !

    (ini judul perjalanan hari ini)

    Salam kenal dan hormat,

    pinggirsentris

  3. winant says:

    sebenarnya lahir dari ide yang sepaham
    kemudian harus dipilah dan dipilih maka inilah hasilnya

  4. ida says:

    assalamu’alaikum wr.wb

    salam kenal dan terimakasih dari artikel2nya,mungkin bisa berkunjung ke web ida,disamping kenal mungkin bisa saling bertukar ilmu.terima kasih

    http://islamic07.blogspot.com

    wassalamu’alaikum wr.wb

  5. erwinaziz says:

    ninggalin jejak di buku tamu…

    salam kenal…

    salam persahabata,…. ๐Ÿ˜†

  6. Darmawan says:

    Salam kenal mas bro tetap menulis apa kata hati, blogger orang independen kan :mrgreen:

  7. Keping Hidup says:

    Tukeran link ya – salam

  8. lia sikupu says:

    Saya tinggalkan jejak, om, tapi bukan karena tidak sengaja kemari. Ini kunjungan balasan. Salam

  9. bekti patria says:

    salam kenal, kunjungan balik. maju terus untuk menulis

  10. Yuan says:

    Salam kenal. . .nyasar aku nih. . Anterin pulang. .lol

  11. TuSuda says:

    Hallo salam kenal, dalam kunjungan balik ini. MAAFKAN, baru sempat berkunjung kesini. ๐Ÿ˜‰
    Terimakasih sebelumnya sudah berkenan saling berbagi informasi. ๐Ÿ™‚

  12. ranahaksara says:

    aku terlahir untuk bersajak
    jumput sisa tantang riak
    olah sajikan walau berkerak
    karena kata takkan pernah punah dari pijakkan bumi..

    salam kenal kembali kawan Winant
    salam karya

  13. kolomkiri says:

    Lama tak bersua atau sedang tenggelam dalam mimpi yang seakan-akan terwujud namun masih ditelan gersang siang dan malam..atau bahkan sedang merindukan sang Khaliq yang sebenarnya ada namun sulit dirasakan dan di terjemahkan…

    • winant says:

      mencoba menyususun kembali kekelaman masa lalu
      pulang kampung
      menelusuri budaya mudik yang kurang asyik
      wakakak…………………….

  14. Abdul Aziz says:

    Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di sini. Salam kenal Mas.
    Bagaimana kalau tukeran Link ?

    Terima kasih.

  15. ida says:

    assalamu’alaikum

    kunjung lagi tapi kuk lum ada artikel….?????lagi mudik kali ya hehehehe

    sebelumnya pertama-tama………. minal aidzin wal faidzin ( lum terlambat kan???)hehehe
    n
    sesudahnya ida tunggu artikel berikutnya….!!!!!! Lanjuttt
    wassalamu’alaikum

  16. yoyon says:

    salam kenal,saya mau bagi2 ilmu gratis buat sahabat blogger semua,,semoga blog saya bermanfaat,,kunjungi yach

  17. ida says:

    assalmualikum

    kunjung lagi nie.wah perkembngan udah diterbitin nie kolomkiri.selamat ….k
    enapa gak share difb ato twitt jg..?hehehe

    “telah berbelok arah angin muson,telah penat bumi menahan panas yang menyala,dan berubah gradasi warna hijau kehidupan menjadi kelabu dalan kepulan asap pekat……..bumi yang seakan mulai berorasi, menyisipkan makna hidup kepada kita,sebuah balasan tiada ampun…….apakah sebuah doa cukup untuk itu??????”

    • winant says:

      mungkin ada banyak aspek yang bisa kita lalui untuk memandang bencana yang bertubi-tubi menimpa nusantara, andai benar itu merupakan hukuman mengapa harus pilih kasih dan kawulo alit yang harus dihukum, sedangkan penyumbang dosa yang begitu besar atas kemelorotan moral bangsa malah pada melenggang piknik ke luar negeri.

      mungkinkah kita memandangnya sebagai sebuah pembebasan dari kekerdilan pemikiran yang telah kita ikuti, dari iri dengki terhadap kemaksiatan dan legalisasi karena banyak yang melakukan (benere wog akeh)

      dan pada akhirnya duka akan berakhir sebuah kebahagiaan, siklus kehancuran telah dilalui dan tidak mungkin tanpa akhir, tsunami Aceh berujung perjanjian damai dari perang yang kejam, letusan merapi berakhir pada kesuburan bumi (sarwo subur kang tinandur, sarwo murah kang tinuku)

      dan itu akan tercapai ketika pikiran kita bebas dari endapan kotor, dari perasaan paling benar, dari keinginan menjadi hakim sekaligus jaksa untuk sebuah keyakinan

      bencana hukuman
      bencana peringatan
      bencana ujian
      bencana tanda kasih sayang

  18. sarihunhasan says:

    Salam kenal….!!

    Indonesia,,,

  19. ida says:

    percaya dengan keimanan yang penuh ,bahwa apa yang sedang terjadi bukanlah tanpa makna
    dan apa yang tidak terjadi tidaklah selayaknya terjadi.

    sebuah kasih sayang yang disuguhkan sedikit berbeda, hal yang lebih berasa,lebih spesial,dan lebih dahsyat hasil akhir yang didapat……yaitu bencana.sebuah tamparan kasih sayang dariNya,membuat semua lebih sedikit ikut bekerja…!!!kalau tidak sekarang kita disapa,kapan lagi kita bisa sadar,kapan lagi kita bisa perbaiki..????maka dari itu…….. kinilah kesabaran itu dipertanyakan.

    ya mungkin seperti itu……?????hehehehe maaf sotoy nie ida

    • winant says:

      Ada kalanya setitik hal sepele adalah pijakan yang kuat dan menjadi pembenar sebuah pemikiran. Akulturasi budaya yang notabene adalah asing kemudian terakomodasi begitu rupa, salah satunya adalah berpikir dan bertindak “instan”. Sesuatu yang lebih menghargai sebuah ujud ketimbang buah pemikiran yang dianggap semu dan tidak berhasil. Materialisme menjadi raja di tengah hamparan padang kehausan meski sebenarnya tersimpan oase sejuk tetapi terlihat hanya sebagai fatamorgana. Sementara tipuan kepraktisan tak lebih terpandang sebagai sesuatu yang mudah dan nikmat.

      Salah satu efek dan hasil dari budaya materialisme adalah kecenderungan ingin instan, dalam berbagai macam hal. Mulai dari membangun karir, membangun ekonomi sampai masalah pribadi, semua pada pingin instan. Dan ternyata, budaya instan ini yang, sadar atau tidak sadar, membentuk set mind kita dalam menilai sesuatu ; menganggap semua bencana ini adal reaksi instan Tuhan dari kelakuan minus kita.

  20. Brotoadmojo says:

    Meninggalkan jejak di halaman ini, Semoga sukses selalu… ๐Ÿ™‚

  21. ida says:

    lama gak kunjung nie…! ea ditunggu postingan berikutnya…!
    semangattttttt…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: