Batik, Nasibmu Kini

Masih ingat dengan batik? Tentunya pertanyaan ini tidak etis dan terkesan menghina, apalagi pertanyaan ini kita tujukan pada orang Indonesia. Hingar bingar pesta perayaan penetapan batik sebagai budaya warisan dunia milik Indonesia tidaklah sesuatu yang seharusnya gampang kita lupakan. Meski yang namanya lupa itu manusiawi bukan berarti ada celah pengampunan (ini cuma sekedar info ; ancaman ini tidak sungguh-sungguh, bisa panjang urusanya kalau sampai terjadi) bagi yang dengan sengaja melupakan batik. Apalagi merelakanya jadi milik negara tetangga.

Bicara klaim dan merasa meiliki atas sebuah produk budaya memang sulit tapi banyak juga sisi yang menarik untuk sekedar kita ketahui dasar kepemilikanya. Demo dan hujatan pernah kita lontarkan pasca pernyataan Malaysia atas beberapa macam budaya yang merasa kita miliki, dan salah satunya adalah batik.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Lebih Baik Berdo’a Daripada Tidak

Angin pun berseru puitis saat malam mulai merambat pagi.  Apakah angin bisa berseru?

Sudah pasti  jawabnya, “Tentu tidak….!”

Maaf bukan maksud hati membajak kata-kata yang dipakai salah satu iklan kesehatan yang sering nongol di tv-tv swasta, justru ini mengingatkan tentang sesuatu yang telah lama kita lupakan. tentu sudah lama sekali tv menyajikan hiburan yang menghibur, hiburan yang bikin tertawa ceria. Sekedar berharap mungkin bukan sesuatu yang haram, toh harapan tidak perlu disidangkan dewan ijtihat untuk mencari hukum halal haramnya.

Puluhan tahun yang lalu, pada masa dulu, jaman ketika belum seramai sekarang…………

“Memangnya sekarang jaman masih ramai?” boleh percaya boleh tidak untuk tidak percaya, intinya keramaian sekarang sudah bisa digambarkan seperti ruwetnya malam oleh rona hitam. Andai kita mencoba mencari sesuatu, katakanlah Baca pos ini lebih lanjut